Hutan dan Tutupan Lahan Inggris

Ketika Indonesia beramai ramai nanam sawit dan menebang hutan, rang-orang di Inggris ribut dan demo gara-gara ada satu pohon tua di depan perpustakaan utama di salah satu kota terbesar di inggris. Pohon ini akan ditebang demi kelancaran transportasi karena akar pohon yang selalu merusak jalan dan meningkatkan biaya maintenance yang ada di negara tersebut. Menyedihkan memang, sebagi hutan tropis terbesar kedua setelah Brazil, Indonesia sudah memangkas hutan lebih dari 50% dari luas wilayahnya sementara Eropa meningkatkan tutupan lahannya dengan pohon. Tidak heran jika suhu di bumi semakin meningkat dan meningkat karena jumlah karbon yang dilepas lebih banyak dan membuaty banyak bencana alam terjadi di Indonesia. Kok sedih yaa…

cropped-13914070_1028637317185492_3267301563082087830_o.jpg
Tutupan lahan di Inggris, tentu berbeda dengan hutan tropis yang heterogen dan beragam. Hutan di Inggris adalah hutan homogen yang hanya diisi oleh pohon pinus yang memang hutan tanam produksi yang bisa dinikmati hasilnya dalam hitungan tahun. Hutan-hutan ini juga dimanage dan dirawat dengan baik oleh pemerintahnya sehingga memberikan keuntungan yang baik dan dapat menopang kebutuhan kayu untuk masyarakatnya. Saya kok sebagai orang Indonesia malu je, kayu mahal banget di indonesia, bahkan susah ditemui karena memang sudah hampir habis. Hal ini berbeda sekali dengan kondisi di Inggris yang punya banyak kayu dan produksi dengan bahan dasar kayu, padahal kayu mereka tidak sebaik kualitas kayu Indonesia yang punya banyak jenis kayu. Masa iya anak-anak Indonesia nanti akan lupa dengan hutan dan lebih suka dengan wahana permainan dibanding perjalanan ke hutan dan hiking.
Kesadaran masyarakat Inggris dengan tutupan lahan dan pohon adalah karena mereka sangat menghargai lingkungan. Hal ini mungkin karena mereka tidak punya hutan tropis seperti di Indonesia dan mereka ingin punya lingkungan hijau, sehingga anak mereka diajarkan untuk menghargai dan mencintai lingkungan karena mereka jarang mendapatinya di daerah mereka. Beda halnya dengan Indonesia yang lebih suka mengajak anaknya berwisata ke dufan dan mall dibanding main ke pantai atau kebun terdekat karena suhu yang panas. lha? gimana g panas wong pohonnya ditebangin semua hihihihi…lahan hijau di Indonesia sangat terbatas. Lihat saja tutupan lahan Jakarta dari pesawat, yang terlihat sepanjang mata memandang adalah bangunan rumah dan gedung yang menujulang tinggi dengan pohon yang seumprit prit prit. Hal ini membuat polusi di Jakarta sangat tinggi dan menggerahkan, lahan tutupan hijau semua dibuah jadi mall dan pusat belanja.
Lagu lihat kebunku saja jarang banget terdengar di lingkungan anak-anak dan lebih diisi dengan lagu-lagu keong racun. Sementara di Inggris mereka punya lagu anak-anak dan rhyme yang banyak bisa diunduh melalui youtube atau situs online lain. Gak heran kalo liat sampah mereka bukan cuma protes jijik tapi bisa mengaitkan dengan efek rumah kaca dan perlakuan manusia yang kejam terhadap bumi tempat mereka tinggal. Well, maybe g sampai pada ketidakadilan manusi telah berbuat aniaya pada ciptaan Allah yang ada di muka bumi ini bagi para anak yang bukan muslim. Namun kecintaan mereka terhadap lingkungan dan kesadaran mereka itu sangat tinggi…
Yuk, menanam pohon, yuk menjaga lingkungan, yuk kita olah hutan kita lagi. Kita memang tidak bisa mencegah kiamat dan kerusakan yang lebih dahsyat namun setidaknya kita sudah berlaku adil terhadap ciptaan Allah untuk lingkungan yang berkesinambungan.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s